
Pengelolaan Limbah B3 & Minyak Jelantah Industri
Oli Bekas / Limbah B3
Penyediaan Oli Bekas Terklasifikasi Grade A, B, C
Menyediakan minyak jelantah / Used Cooking Oil (UCO) terklasifikasi untuk kebutuhan industri, pengolahan energi terbarukan, dan pemanfaatan lanjutan. Material dikumpulkan dari sumber usaha makanan, dapur produksi, restoran, hotel, katering, dan pelaku usaha lainnya, lalu dipilah berdasarkan kualitas, kadar air, padatan, dan tingkat kontaminasi.
Minyak Jelantah Industri / Used Cooking Oil
Terbuka untuk kerja sama dengan bengkel, restoran, hotel, UMKM, dapur produksi, dan pelaku usaha lain yang memiliki timbulan oli bekas atau minyak jelantah secara berkala.
Kemitraan
Oli Bekas / Limbah B3
Oli bekas dengan kualitas terjaga dapat disalurkan sebagai bahan baku pengolahan ulang melalui mitra industri yang sesuai ketentuan.
Klasifikasi grade bersifat komersial berdasarkan kondisi material dan dapat disesuaikan dengan hasil pengecekan atau permintaan spesifikasi dari pihak pembeli/mitra industri.


Oli Bekas Grade A
Oli bekas dengan kualitas terbaik, relatif bersih, tidak tercampur air, coolant, bensin, solar, thinner, solvent, atau limbah kimia lain. Cocok untuk kebutuhan pengolahan ulang yang membutuhkan material lebih stabil dan terjaga.
Grade A cocok diarahkan untuk:
Bahan baku re-refining menjadi base oil / pelumas daur ulang.
Raw material industri refining atau petrochemical.
Bahan baku blending industri, jika memenuhi spesifikasi mitra.
Feedstock pengolahan ulang untuk produk turunan pelumas


Oli Bekas Grade B
Oli bekas campuran dari bengkel, fleet, alat berat, atau aktivitas industri yang masih layak diproses. Mungkin memiliki kontaminasi ringan sampai sedang, tetapi tidak tercampur bahan kimia berbahaya seperti solvent, thinner, coolant, atau bensin dalam jumlah yang mengubah karakter material.
Grade B cocok diarahkan untuk:
Bahan baku fuel oil industri setelah proses filtrasi, dewatering, blending, atau treatment.
Industrial burner fuel melalui pengolah/processor yang sesuai.
Bahan bakar alternatif industri, misalnya untuk burner, furnace, kiln, atau boiler industri, hanya setelah diproses dan memenuhi spesifikasi pihak pengguna/pengolah.
Material blending untuk kebutuhan energi industri.


Oli Bekas Grade C
Oli bekas dengan kandungan air, lumpur, kerak, sedimen, atau kontaminasi lebih tinggi. Grade ini memerlukan proses treatment lebih lanjut sebelum dapat dimanfaatkan kembali.
Grade C cocok diarahkan untuk:
Bahan baku recovery oleh pengolah limbah.
Material treatment lanjutan, seperti pemisahan air, filtrasi berat, atau sediment removal.
Bahan baku fuel recovery, hanya jika setelah diproses masih memenuhi spesifikasi pengolah.
Pengolahan limbah B3 lanjutan apabila kualitas terlalu rendah untuk re-refining atau fuel oil..
ASTM D6448 secara khusus membahas fuel oil untuk industrial burner yang dibuat dari used/reprocessed lubricating oil, bukan untuk pemakaian sembarangan
Minyak Jelantah Industri
Used Cooking Oil
Produk ini ditujukan untuk kebutuhan industri dan pengolahan lanjutan, bukan untuk konsumsi ulang.


Grade A / Premium UCO
Minyak jelantah kualitas terbaik dengan kadar kontaminasi rendah, cocok untuk kebutuhan biodiesel, renewable fuel, oleochemical, dan bahan baku industri yang membutuhkan material lebih bersih dan stabil. Grade ini direkomendasikan untuk mitra pengolah yang membutuhkan kualitas UCO lebih konsisten dan bernilai tinggi.
Spesifikasi
Warna Kuning tua sampai cokelat terang
Bau Normal minyak goreng bekas, tidak menyengat kimia
FFA ± maksimal 5%
MIU ± maksimal 2%
Kadar air Rendah
Padatan/sisa makanan Sangat minim
Kontaminasi Tidak tercampur air, sabun, oli, solar, bahan kimia, atau limbah lain
Penggunaan:
1. Biodiesel / FAME / UCOME
Cocok sebagai bahan baku biodiesel setelah melalui proses pretreatment dan transesterifikasi di fasilitas pengolahan.
2. HVO / Renewable Diesel
Dapat diarahkan sebagai feedstock untuk pengolahan renewable diesel melalui proses industri yang sesuai.
3. SAF / Sustainable Aviation Fuel feedstock
Untuk rantai pasok tertentu, UCO berkualitas tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku awal dalam proses pengolahan bahan bakar berkelanjutan, mengikuti spesifikasi dan sertifikasi pihak pengolah.
4. Oleochemical industry
Dapat digunakan sebagai bahan baku turunan asam lemak, surfaktan, sabun industri, atau produk kimia berbasis minyak nabati setelah proses pemurnian.


Grade B / Industrial UCO
Minyak jelantah kualitas industri dengan karakter material yang masih layak diproses untuk biodiesel, biofuel feedstock, blending, atau kebutuhan oleochemical setelah melalui penyaringan dan treatment. Grade ini cocok untuk mitra yang memiliki fasilitas pengolahan lanjutan dan membutuhkan suplai UCO dengan volume stabil.
Spesifikasi
Warna Cokelat sedang sampai cokelat gelap
Bau Normal sampai agak kuat
FFA ± 5–15%
MIU ± maksimal 2–3%
Kadar air Ringan sampai sedang
Padatan/sisa makanan Ada, tapi masih bisa difilter
Kontaminasi Tidak tercampur bahan kimia, oli, solvent, atau limbah non-pangan
Penggunaan:
1. Biodiesel setelah pretreatment
Cocok untuk pabrik atau mitra yang memiliki proses penyaringan, pemisahan air, penurunan FFA, dan pemurnian lanjutan.
2. Industrial biofuel feedstock
Dapat diarahkan sebagai bahan baku energi terbarukan setelah treatment sesuai spesifikasi pembeli.
3. Blending feedstock
Cocok untuk kebutuhan pencampuran material UCO dengan grade lain, mengikuti standar buyer atau pengolah.
4. Sabun industri / oleochemical sederhana
Bisa diarahkan untuk produk turunan non-pangan setelah proses pemurnian dan penyesuaian kualitas.


Grade C / Treatment UCO
Minyak jelantah dengan kadar kontaminasi lebih tinggi yang ditujukan untuk proses treatment, recovery, atau pemanfaatan lanjutan oleh mitra pengolah yang memiliki fasilitas sesuai. Grade ini cocok untuk kebutuhan pemulihan material, dewatering, filtrasi, dan proses industri lanjutan sesuai hasil pengecekan kualitas.
Spesifikasi
Warna Cokelat gelap sampai sangat gelap
Bau Lebih kuat
FFA ± di atas 15%
MIU Lebih tinggi, mengikuti hasil pengecekan
Kadar air Sedang sampai tinggi
Padatan/sisa makanan Lebih banyak
Kontaminasi Masih harus dipastikan tidak tercampur bahan kimia, oli, atau limbah B3
Penggunaan:
1. Treatment lanjutan
Cocok untuk mitra pengolah yang memiliki fasilitas filtrasi, dewatering, settlement, atau centrifuge.
2. Fat recovery / oil recovery
Dapat diarahkan untuk pemulihan fraksi minyak yang masih bernilai dari material campuran.
3. Low-grade biofuel feedstock setelah proses berat
Dapat menjadi bahan baku energi industri hanya setelah melalui treatment dan memenuhi spesifikasi pihak pengolah.
4. Co-processing / recovery industri
Untuk pengolah tertentu, material dapat diarahkan sebagai feedstock lanjutan setelah proses pemisahan, pemurnian, dan pengecekan kualitas.
Disclaimer
Seluruh klasifikasi Grade A, B, dan C merupakan klasifikasi kualitas komersial berdasarkan kondisi material, sumber, kadar air, padatan, FFA, MIU, serta hasil pengecekan awal. Pemanfaatan akhir mengikuti spesifikasi pembeli, fasilitas pengolah, dan ketentuan yang berlaku. Produk ini hanya untuk kebutuhan industri dan pengolahan lanjutan, bukan untuk konsumsi ulang.
Kemitraan
Terbuka untuk kerja sama dengan bengkel, pabrik, fleet kendaraan, hotel, restoran, dan pelaku usaha yang menghasilkan oli bekas secara rutin.
Apakah anda memiliki timbulan oli bekas atau minyak jelantah?
SAMPAIKAN KEPADA KAMI
Jl. Teratai No.101, RT.04/RW.57, Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Phone :0812-3120-4744 | 0851-3889-9884
© 2026. All rights reserved.
Email : kreatifnusantarasolusindo@gmail.com
LINK TERKAIT
Manajemen & Mitra Usaha Bengkel
